Berikut adalah tipe-tipe kost berdasarkan penghuninya yang kami himpun dari pengalaman dan sharing anak kost lain :

1. Tipe Irit

Hemat, itulah ciri khas para penghuni kost ini. Apapun yang berbau gratis pasti sebisa mungkin dia lakukan. mulai, pasta gigi saja pinjam, sabun pinjam, sampai motor pun pinjam tanpa diisi bensin. atau pemakaian bersama. Irit adalah sesuatu yang tidak menguras kantong,sehingga kantong tersebut dapat terhindar dari penyakit KANKER, kalo irit adalah berusaha tidak mengeluarkan uang sedikitpun dalam segala situasi
sedangkan hemat adalah berusaha tidak menghabiskan uang dgn membeli brang2 yg tdk penting atau dgn kata lain hemat adalah berusaha mengeluarkan uang hanya untuk membeli sesuatu yang di butuhkan bukan yang di inginkan

2. Tipe Bisnisman

Ini tipe calon bisnisman handal. Kost bisa jadi disulap jadi kantor, mulai laundry sampai jualan pulsa atau potografi, atau bisa jadi depan kost buat jualan jus atau kucingan. ketika seorang entrepreneur mampu menguasai jalur produksi dari hulu ke hilir, maka bisa dibilang dia menjadi seorang bisnisman, karena dia telah memegang kendali dari seluruh proses produksi, distribusi, hingga marketing.  Apakah Anda tahu perbedaan antara ” Pengusaha” dan ” Pebisnis “? Kebanyakan orang berfikir tidak ada perbedaan diantara keduanya. Namun ada banyak perbedaan yang halus diantara istilah tersebut. Seorang Pengusaha bisa sederhana didefenisikan sebagai seseorang yang memiliki bisnis dan menjalankannya. Seringkali, seorang pebisnis terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan tersebut. Dan dalam kasus lainnya, suatu perusahaan tidak dapat berjalan tanpa kehadiran dan tindakannya setiap hari. Di sisi lain, seorang pengusaha dapat dianggap sebagai orang yang melakukan bisnis pada tingkat superior. Dan beberapa perbedaan utama antara dua istilah, adalah tingkat kinerja, pendekatan manajemen yang sama sekali berbeda, dan juga inovasi. Selain itu, tujuan utama seorang pengusaha tidak mungkin menghasilkan uang, yang mungkin menjadi tujuan meraka dalah mengubah dunia. Seorang pengusaha biasanya membangun beberapa bisnis, dan mereka tidak perlu mengelola bisnis tersebut secara langsung. Biasanya, seorang pengusaha mendirikan bisnis baru, menciptakan struktur manajemen, mempekerjakan orang-orang penting, seperti CEO dan CFO, dan kemudian memberikan tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan jika semua berjalan dengan lancar, maka seorang pengusaha akan menciptakan bisnis lain dan Dia mengumpulkan sahamnya, menikmati hidup yang hebat, dan bebas dari tugas sehari-hari mengelola semua bisnisnya. Tujuan bisnis dari seorang pengusaha adalah untuk memiliki semua bisnisnya berjalan lancar dan mendapatkan keuntungan. Dan dalam bisnis nya tersebut, benar-benar dita

3. Tipe Adventure

Identik dengan anak alam, mulai gear, lifestyle kegunung-gunungan, sampai tembok kamar digambar gunung,hehehe…tiap akhir wekend kost sepi karena pada naik gunung.  berpetualang lebih merupakan hal yang baru dan bmengingatkan mereka bahwa perjalanan, baru saja dimulai. Tetapi bagi orangtua alias generasi lama, berpetualang lebih merupakan kenangan masa muda dan menjadikan mereka berfikir bahwa masih jauh dari akhir perjalanan. kalo orang sono bilang “forever young”. Jadi sebenarnya apa sih petualangan atau berpetualang itu. Kalo dari kamus arti petualangan atau berpetualang itu adalah sesuatu pengalaman yang menarik, suatu perbuatan yang berani dan beresiko, perjalanan yang menantang, sesuatu yang tidak biasa, sesuatu yang berbahaya, sesuatu yang hebat, sesuatu yang mengejutkan dan diluar perkiraan, perubahan dalam kehidupan atau suatu hal baru yang tidak terjadi setiap hari (definisi Wikipedia). Sebenarnya berpetualang itu untuk apa sih? Nah itu mungkin pertanyaan yang terlintas. Ya, memang apa yang kita dapat dari berpetualang tidak bisa kita wujudkan dengan sesuatu yang bisa dilihat. Karena berpetualang bukan sekedar untuk mencapai suatu tujuan akhir misalnya sampai di atas puncak gunung, ujung goa atau berhasil menaklukan tebing, dll. Tapi lebih ke sesuatu yang bisa kita rasakan ketika melakukan petualangan itu, bahkan sebelum mencapai tujuan akhir. Suatu perasaan luarbiasa yang tak tergambarkan, yang hanya dapat kita rasakan.Jadi petualangan sesingkat apapun atau semudah apapun tidak akan pernah tidak berarti. Berbagai macam petualangan baik itu naik gunung, panjat tebing, susur gua ataupun pantai dll. Pastinya mengandung resiko dan bahaya tertentu yang harus kita tau sebelum melakukannya. Jadi seringan atau seberat apapun resiko yang kita hadapi, kita harus mempersiapkannya dengan matang baik fisik, mental serta perlengkapan dan peralatan yang akan dibutuhkan untuk melakukan petualangan. Hal ini harus selalu kita ingat dan diperhatikan secara khusus karena petualangan bukanlah mengambil resiko tapi justru lebih merupakan persiapan untuk mengurangi bahaya dan resiko yang akan kita hadapi. Selain persiapan pribadi, dalam berpetualang juga tentunya memerlukan adanya kerjasama tim, karena bagaimanapun kita akan selalu saling membutuhkan. Satu hal yang penting lagi dalam melakukan suatu petualangan, yaitu jangan pernah melakukan suatu kelalaian atau kecerobohan dan kebodohan karena kedua hal itu akan sangat berbahaya, misalnya kelupaan mematikan api,

4. Tipe Hotel

Tipe ini kalau siang hari uda pasti pada tutupan semua kamarnya, walau motornya penuh tapi para penghuninya pada sibuk dikamarnya sendiri “nandur tapi gag mau ngunduh”. Jika kamu kebetulan dikost tipe ini jangan mandi sore-sore pasti antri panjang mandinya. Perbedaan antara hotel dengan industri lainnya adalah :
a. Industri hotel tergolong industri yang padat modal serta padat karya yang artinya dalam pengelolaannya memerlukan modal usaha yang besar dengan tenaga pekerja yang banyak pula.
b. Dipengaruhi oleh keadaan dan perubahan yang terjadi pada sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan dimana hotel tersebut berada.
c. Menghasilkan dan bersamaan dengan tempat dimana jasa pelayanannya dihasilkan.
d. Beroperasi selama 24 jam sehari, tanpa adanya hari libur dalam pelayanan jasa terhadap pelanggan hotel dan masyarakat pada umumnya.
e. Memperlakukan pelanggan seperti raja selain juga memperlakukan pelanggan sebagai patner dalam usaha karena jasa pelayanan hotel sangat tergantung pada banyaknya pelanggan yang menggunakan fasilitas hotel tersebut.